Minggu, 04 Desember 2022

6 FAKTOR KEMENANGAN

Oleh: Irsyad Syafar 

Bagi setiap mukmin, hidup di dunia ini adalah perjuangan. Perjuangan untuk meraih redha Allah, perjuangan untuk menegakkan kebenaran, amar makruf dan nahi mungkar. 

Bahkan kadang kehidupan itu juga pertarungan. Pertarungan menghadapi kebathilan, kezhaliman, kesewenang-wenangan, pertarungan melawan hawa nafsu dan syahawat. 

Tentulah kemudian, setiap mukmin menginginkan kemenangan dalam setiap perjuangan dan pertarungan yang dia hadapi. Menang dalam arti tegaknya kebenaran, meluasnya kebaikan dan sekaligus hancurnya kebathilan serta melemahnya keburukan. 

Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fiizhilaalil Quran, ketika menafsitkan QS Al Anfal: 45-47, menyebutkan 6 faktor kemenangan ('awaamilun nashr) orang-orang beriman dalam perjuangan mereka.
   
1. Tsabat di Jalan Allah 

 Allah Ta'alaa menyeru orang-orang beriman agar tsabat (teguh hati) bila berhadapan dalam pertempuran (perjuangan ) di jalan Allah:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا.... 

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu..." 

Teguh atau tsabat ini maksudnya adalah terus berlanjut dan melaju di medan perjuangan. Tidak takut dan tidak gentar apalagi sampai mundur. Berapapun kekuatan lawan dan peralatan mereka, orang-orang beriman harus tetap bergerak maju. 

2. Banyak Berdzikir Kepada Allah 

Kemudian Allah memerintahkan orang-orang beriman dalam semua perjuangan dan pertempuran agar banyak berdzikir mengingat Allah Ta'alaa. Karena dengan banyak berdzikir ini mereka selalu dalam kondisi hubungan yang baik dan maksimal kepada Allah. Sehingga selanjutnya Allah akan memberikan kemenangan:

 وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ 

Artinya: "... dan berdzikirlah (menyebut nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu menang (beruntung)." ( QS Al Anfal: 45) 

3. Menta'ati Allah dan RasulNya 

Sumber kemenangan itu semata-mata karena pertongan Allah. Maka dari itu, setiap mukmin yang berjuang di jalan Allah, wajib patuh dan taat kepada Allah dan RasulNya. Sehingga, dengan ketaatan tersebut Allah mencintainya dan kemudian memenangkannya. Allah berfirman:

 وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ.... 

Artinya: "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya..." 

Karenanya, setiap mukmin pejuang mesti mengawal amalan-amalan wajib dan sunnahnya. Sebab, komitmen dalam amalan wajib dan sunnah merupakan indikator utama ketaatan. 

4. Jangan Bertikai atau Berselisih 

Kemenangan akan mudah diraih bila orang-orang beriman bersatu dan menghindari - sedapat mungkin - segala bentuk pertikaian dan perselisihan. Sebab, perselisihan sesama Mukmin akan membuat kelemahan. Waktu, sumber daya dan kebaikan akan bisa habis dan hilang. Akibatnya kaum muslimin akan menjadi tidak berdaya. Allah berfirman:

 وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ 

Artinya: "... dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu..." (QS Al Anfal: 26). 

5. Bersabar 

Tidak ada perjuangan tanpa resiko, tanpa bahaya, tanpa kerugian dan kesusahan. Karenanya, Allah perintahkan agar bersabar:

 وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: ".... dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al Anfal: 47). 

Dalam menghadapi pertempuran yang berat dan musuh yang kuat, kesabaran adalah bekal yang paling ampuh dan ruh perjuangan yang paling utama. Sayyib Quth menjelaskan, "bersabarlah atas biaya peperangan". 

Kaum bani Israil saat dipimpin Panglima Thalut di masa Nabi Daud, memohon kesabaran maksimal kepada Allah, agar dapat mengalahkan musuh:

 وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ 

Artinya: "Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir". (QS Abaqarah: 250). 

6. Jauhi Kesombongan dan Riya 

Kemenangan bisa tertunda, dan kekalahan akan menjadi nasib, bila dalam perjuangan seorang mukmin melakukan kesalahan fatal. Kesalahan tersebut adalah sikap sombong dan angkuh, yang merendahkan orang lain dan menciderai mereka. Serta melakukan tindakan riya dalam berbuat kebaikan dan perjuangan. Karena itu, Allah ta'alaa melarang orang-orang beriman dari perbuatan tersebut: 

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ 

Artinya: "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan." (QS Al Anfal: 47). 

Setiap mukmin akan sangat lemah bila sendirian. Tapi, dia akan menjadi kuat bersama Allah dan orang-orang beriman lainnya. 

Wallahu A'laa wa A'lam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar