Rabu, 13 Juni 2012

Isteri DR. Mursi : Pencapresan DR. Mursi, Ujian Sebagai Sarana Ibadah

Islamedia - Semakin besar harapan DR. Muhammad Mursi meraih kemenangan dalam pilpres pertama  yang sebenarnya di Mesir, banyak orang yang berminat mengetahui tentang isterinya yang oleh beliau dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun televisi disebut sebagai prestasi  terbesar yang diraih dalam kehidupannya dan sangat berperan baginya untuk mewujudkan berbagai prestasi dan keberhasilan sehingga mendapatkan dukungan rakyat dan dicalonkan menjadi presiden Mesir.

Sang isteri bernama Najla Mahmud. Dilahirkan tahun 1962 di desa Ain Syams, timur Kairo. Setelah menikah, dia ikut suaminya tinggal Amerika Serikat saat sang suami hendak menyelesaikan program doktoralnya di sana. Kini keduanya menetap di Kairo.

 

Berikut wawancaranya dengan media Ikhwanonline.net

 

DR. Mursi menyatakan dalam beberapa kali wawancara bahwa anda adalah penasehat khususnya. Apakah dia minta nasehat anda sebelum dicalonkan menjadi capres. Apa reaksi anda dan anak-anak anda ketika itu?

 

Tentu saja, sebelumnya tidak ada di antara kami yang terpikir  masalah pencapresan beliau, apalagi Jamaah Ikhwanul Muslimin dan Partai Kebebasan dan Keadilan pada awalnya menetapkan untuk tidak mengusung siapapun dari mereka untuk maju sebagai presiden. Namun keputusan berubah, partai dan jamaah telah menunjuk Khairat Syatir untuk maju dalam pilpres. Kami sudah cukup gembira ketika itu, Allah telah membebaskan kami dari tanggungjawab berat tersebut sambil kami tetap akan mengerahkan segala potensi dan kekuatan untuk mensukseskan program tersebut. Akan tetapi dalam posisi sebagai 'prajurit' bukan karena ingin terdepan. Namun karena jamaah dan partai bekerja berdasarkan sistem dan mereka memprediksi akan terjadi permainan dan manuver politik, maka hal tersebut menjadi alasan untuk memajukan suami saya DR. Muhammad (Mursi) untuk menunaikan tugas dan proyek ini jika ternyatak Ir. Khairat benar-benar dilarang. Ketika penolakan terhadap Syatir benar-benar terjadi, hal tersebut semakin menguatkan bahwa kita bekerja bukan karena kursi, akan tetapi berjuang karena Allah Ta'ala. Buktinya Syatir menerima keputusan penolakan terhadap dirinya dan berjuang sungguh-sungguh untuk mengkampanyekan DR. Mursi.

 

Apakah anda merasa tersinggung dengan julukan sebagian orang yang mengatakan bahwa DR. Mursi adalah 'Cadangan' atau 'Ban Serep'

 

Sama sekali tidak, karena pemilihan tersebut bukan menunjukkan urutan keutamaan. Artinya bahwa keduanya adalah kapabel, sedangkan pengganti tidak mesti lebih lemah. Istilah 'ban serep' adalah bahasa media, sedangkan jamaah tidak memilihnya untuk menjadi 'ban serep', akan tetapi untuk menghadapi manuver pemain politik.

 

Bagaiman keluarga menghadapi keputusan jamaah yang menetapkan DR. Mursi sebagai capres?

 

Meskipun tabiat manusia pada umumnya tidak menyukai cobaan, akan tetapi kami menyambutnya dengan  cinta, ridha dan qanaah. Kami semuanya sepakat dengan keputusan jamaah. Akan tetapi pada awalnya, ketika mereka mengajukan tawaran pencapresan terhadap DR. Mursi bersama  beserta Ir. Khairat Syatir, kami berdua sempat khawatir akan mengalami berbagai makar. Maka saya katakan kepadanya, "Mengapa engkau menerima hal tersebut terjadi pada Ir. Khairat Syatir sedangkan engkau tidak bersedia menerimanya pada dirimu?" Hal ini bukan berarti kami tidak boleh risau, bagaimanapun kami manusia apalagi keputusan diambil dalam waktu yang sangat singkat. Kesimpulannya, kami akan dukung setiap calon dari Ikhwan, apakah dia DR. Mursi atau Syatir atau lainnya, dengan segenap kemampuan yang kami miliki, baik berupa ucapan maupun gerakan hingga final.

 

Apakah anda tidak khawatir akibat yang harus anda bayar beserta keluarga dari pencalonan ini?

Kami sudah sadari betul apa resiko yang akan kami tanggung. Akan tetapi semua itu menjadi ringan jika dibanding apa yang akan kami berikan karena Allah dan umat ini. Demikianlah kami belajar dari Jamaah Ikhwan, bahwa kemaslahatan umat didahulukan dari kemaslahatan pribadi. Karena itu kami siap menanggung berbagai resiko dengan karunia Allah, 'Siapa yang berjuang karena Allah, akan diberikan keteguhan saat menghadapi ujian.'

 

Apa yang anda ketahui tentang karakteristik seorang kepala negera yang terdapat pada DR. Mursi?

DR. Muhamad adala seorang politisi yang telah matang. Betapapun sibuknya, beliau selalu memperhatikan berbagai perkembangan dan masukan dan analisa yang beraneka ragam. Dari hari ke hari saya melihat sifat-sifat kenegarawanannya semakin tumbuh untuk memikul jabatan kepala negara, ditambah lagi dengan bakat kepemimpinan dan administrasi dengan semangat tinggi serta loyalitas yang besar terhadap negeri dan rakyatnya.

Itu semua diraih berkat kesungguhan dan kemauan kuat untuk meraih prestasi demi prestasi seraya memohon pertolongan kepada Allah, sabar menghadapi ujian dan pengendalian diri saat mengalami pristiwa besar dan merenung untuk mendapatkan solusi terbaik agar dapat keluar dari berbagai krisis dalam kondisi terbaik.

 

DR. Mursi sering menyatakan bahwa anda merupakan prestasi terbesar yang diraihnya dalam hidup. Bagaiman komentar anda?

Ini semua merupakan karunia Allah terhadap keluarga kami yang diberikan nikmat berupa taufiq, cinta dan kasih sayang. DR. Muhammad sebagaimana orang Mesir katakan adalah 'orang hebat, anak dari orang-orang hebat'. Dia selalu mengenang perjuangan saya saat saya menyusulnya ke Amerika setahun setengah setelah pernikahan kami di Mesir. Saat itu dia sedang menyelesaikan program doktoral. Ketika itu saya mengerahkan segenap kemampuan  untuk membantunya dalam menyelesaikan tugas dan meraih prestasi terbaik. Meskipun misi tersebut sangat berat, kami tetap rajin berdakwah sebelum akhirnya kami meninggalkan berbagai tawaran Amerika yang menggiurkan, untuk kemudian kami pulang ke negeri kami agar dapat mempersembahkan segenap kesungguhan kepada negeri kami. Inilah yang kami prioritaskan. Di sini kami melewati kehidupan yang sangat berat, berupa intimidasi rezim lama, kezaliman, penahanan serta berbagai ancaman. Akan tetapi Allah telah memberikan kita karunia kesabaran, keteguhan dan kesuksesan atas kemurahan dan karunia-Nya.

 

Pelajaran apa yang didapat keluarga Mursi dari pengalaman pemilu sebelumnya?

Pada pemilu tahun 1995 yang diselenggarakan tanpa kehadiran pengawasan dari pengadilan serta kemungkinan terjadinya berbagai kecurangan, kami dapat belajar dari DR. Mursi bahwa seseorang harus mengerahkan segalah usahanya terlebih dahulu, sedangkan hasilnya ada di tangan Allah. Sedangkan jamaah memiliki tujuan yang sangat banyak yang ingin diwujudkan bagi umat ini. Di antaranya adalah keberadaan mereka di kursi parleman. Karena itu jamaah mendorong setiap anggotanya agar merakyat dan selalu berkomunikasi dengan mereka. Yang kedua kami belajar darinya bagaimana menghormati keputusan jamaah. Ketika jamaah memintanya untuk diajukan sebagai caleg pada pemilu tahun 2000 beliau tetap menerimanya walau baru bangun dari sakit ketika itu. Beliau tidak pernah menolak permintaan Ikhwan. Ketika itu saya merasa berat, karena saya tahu bahwa rezim tidak akan membiarkan keberadaannya di kursi parlemen.  

 

Banyak keluarga anggota parlemen yang mendapatkan fasilitas istimewa. Bagaimana kondisi keluarga Mursi ketika dia duduk di kursi parlemen selama 5 tahun?

 

Selain berharap pahala dari Allah, tidak ada fasilitas yang kami dapatkan selain gangguan dan intimidasi. Karena dia merupakan tokoh dan anggota parlemen terdepan. Anak saya, Ahmad, lebih dari sekali ditahan sebagai upaya intimidasi terhadap bapaknya agar tidak lagi mencalonkan diri pada pemilu berikutnya. Begitupula saudaranya, Usamah, sempat ditahan, diciduk pada malam hari oleh intel dan mendapatkan perlakuan kasar, saat itu beliau sedang menuju masjid untuk menemui saudaranya. Belum lagi berbagai isu yang banyak dan sering disebarluaskan. Di antaranya isu bahwa dia menunjuk puterinya sebagai dekan, padahal hanya dia sendiri dalam angkatannya yang disingkirkan. Pengangkatannya terjadi semata-mata karena sebuah kasus.

 

Serangan media pers sangat keras terhadap calon dari Partai Kebebasan dan Keadilan. Apakah anda tidak khawatir? Sejauh mana pengaruhnya pada keluarga kalian?

Allah Azza wa Jalla selalu menggagalkan setiap usaha yang dikerahkan untuk mencari aib seseorang. Media di sini memang terkenal zalim dan telah hilang kredibilitasnya, mereka sering memihak dan mengarang-ngarang isu. Hingga kini saya belum dapat mengembalikan kepercayaan terhadap pers Mesir karena seringnya kami menyebar berita bohong tentang keluarga kami.

Meskipun demikian, saya masih merasakan kemuliaan Islam dan semakin menambah keyakinan saya bahwa saya berada di jalan yang benar. Karena saya percaya sekali terhadap program Ikhwanul Muslimin. Bagi mereka yang mengamati sirah dengan baik, akan mengetahui bahwa beginilah sunnatullah, bahkan para rasulpun menghadapi berbagai cobaan. Dan hal ini akan semakin menambah kekuatan bagi kami.

 

Beredar isu bahwa DR. Mursi melarang anda untuk meneruskan kuliah. Apakah hal itu benar?

Saya pergi ke Amerika setelah saya menyelesaikan pendidikan menengah atas. Di sana saya belajar bahasa Inggris secara khusus. Setelah itu saya bekerja tanpa gaji sebagai penerjemah langsung bagi para wanita muallaf Amerika dalam pengajian pekanan di Bait Thalib Muslim di Los Angeles. Awalnya setelah kembali dari Amerika saya berniat untuk melanjutkan kuliah, tapi akhirnya saya lebih memilih untuk total dalam mendidik anak-anak saya. Akhirnya saya dan anak-anak dapat menyelesaikan hafalan Al-Quran. Saya memberikan mereka pelajaran hingga sekolah menengah atas. Dari sinilah saya mulai melakukan aktifitas dakwah bersama jamaah Ikhwan. Itulah profesi saya.

Adapun DR. Muhammad, tidak pernah melarang saya untuk melanjutkan studi dan tidak melakukan intervensi dalam masalah ini. Justeru sebalikinya, apabila saya memintanya untuk mengulang kembali kemampuan bahasa Inggris saya, dia memberi memotivasi kepada saya.

 

Mendapatkan kewarganegaraan Amerika adalah mimpi bagi orang yang bekerja dan tinggal di sana. Apakah kalian pernah berusaha untuk mendapatkannya?

 

Sebagaimana diketahui bahwa UU Amerika menetapkan bahwa siapa yagn dilahirkan di negara Amerika akan mendapatkan kewarganegaraan Amerika. Inilah yang terjadi dengan kedua anak kami; Ahmad dan Syaima. Adapun saya dan Doktor, sebenarnya mudah sekali bagi kami untuk mendapatkan kewarganegaraan tersebut, akan tetapi tidak selangkahpun yang kami tempuh untuk itu. Saya tantang bagi siapa saja yang dapat menghadirkan berkas yang menunjukkan bahwa kami adalah warga negara Amerika. Karena itulah kami dapat membantah orang-orang yang menuduh kami dalam masalah ini, karena mereka tidak mendapatkan satu bukti pun.

 

Apakah anak-anak anda memanfaatkan kewarganegaraan Amerika mereka?

Kewarganegaraan anak-anak tidak kami gunakan sama sekali. Ketika Ahmad dipenjara, salah seorang aktifis kemanusiaan menasehatinya agar menghubungi kedutaan Amerika, mereka akan mengatur proses pembebasannya sekarang juga. Maka dia langsung menjawab, "Saya adalah warga Mesir, hidup di negeri Mesir dan akan memilih Mesir." Itu pula yang dijawab oleh Mursi, meskipun dia tidak mendengar ucapan Ahmad. Dia berkata, "Anak saya adalah warga Mesir, apa yang berlaku pada teman-temannya, berlaku pula padanya. Saya tidak akan minta tolong dengan lembaga di luar Mesir untuk mengintervensi urusan dalam negeri Mesir walaupun mereka zalim kepada kami."

 

Mengapa DR. Mursi memutuskan untuk menyudahi perjalanan studinya di Amerika Serikat dan kembali ke Mesir?

Ketika Doktor menyelesaikan masa kuliahnya di sana, yang selalu menjadi pikirannya adalah bagaimana memberikan manfaat kepada masyarakatnya dari ilmu yang dia raih, apalagi dia menghendaki untuk kembali saat anak-anaknya masih dalam masa pertumbuhan agar mereka terdidik di sana. Saat kami kembali, Ahmad masih berusia 4,5 tahun sedangkan Syaima berusia 2,5 tahun. Setelah itu kami tidak pernah mengunjungi Amerika lagi. Kami tinggalkan Universitas Amerika yang menawarkan berbagai macam tawaran. Lalu beliau kembali ke Universitas Zagazig yang saat itu masih dalam masa perintisan.

 

Apakah anda tidak menolak keputusan tersebut?

Awalnya saya menentangnya, khususnya anak-anak ketika itu masih dalam usia yang tidak perlu dikhawatirkan. Apalagi saya tahu bahwa Doktor ketika itu masih sangat menyukai studi dan melakukan riset yang fasilitasnya sangat tersedia di Amerika. Namun ketika itu dia menjawab bahwa dia ingin agar awal pertumbuhan anak-anaknya seperti anak-anak di negerinya.  

 

Bagaimana menurut anda peran isteri seorang isteri Presiden setelah revolusi?

Saya ingin tetap berada di tengah masyarakat, hidup seperti mereka hidup dan mendengarkan keluh kesah mereka. Seperti perkataan sayyidina Umar, "Seandainya ada seekor keledai terpeleset di Irak, niscaya saya akan ditanya Allah." Bagaimana halnya dengan manusia yang tidak mendapatkan segelas air bersih atau tidak punya biaya berobat?! Ada masyarakat yang masih hidup di bawah titik nol. Merekalah kelompok pertama yang akan menjadi perhatian saya dalam ruang lingkup sosial di luar kelembagaan dan itulah yang selama ini saya geluti dalam bidang sosial selama sekian tahun dalam bidang keputrian di jamaah Ikhwan.

 

Bagaimana dengan kegiatan dakwah anda?

Saya akan tetap berdakwah dan tidak mungkin saya tinggalkan. Karena inilah hidup saya selama 30 tahun.

 

Apakah anda pernah memperkirakan menjadi wanita nomor satu di Mesir? Bagaimana perasaan anda sekarang?

Julukan itu saya tolak sama sekali. Julukan itu berlaku untuk Jihan Sadat dan Suzan Mubarak. Keduanya ikut campur dalam segala urusan; politik, ekonomi. Islam mengajarkan bahwa presiden Mesir berikutnya adalah pelayan Mesir nomor satu, maka itu artinya bahwa isterinya adalah merupakan pelayan wanita Mesir nomor satu.  

 

Setelah sekian tahun hidup dalam kezaliman yang dialami oleh keluarga DR. Mursi, apa yang anda rasakan saat menyaksikan kejatuhan sang thagut dan diktator Mubarak?

Saat itu saya ingat dengan firman Allah Ta'ala, "Katakanlah, ya Allah pemilik segala kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki." (QS. Ali Imran: 26) Darinya kami mengambil pelajaran bahwa kekuasaan tidak akan langgeng pada seseorang. Dan kekuasaan, jika Allah kehendaki berakhir, maka Dia akan mencabutnya, setelah Dia memberinya dengan mudah, disamping hal itu merupakan kehendak rakyat yang telah dizalimi selama masa kekuasaan diktator, agar hati mereka senang. Khususnya Khairat Syatir dan Hasan Malik yang terlambat dibebaskan. Ketika saya melihat pemimpin yang digulingkan  berada di atas ranjangnya di ruang para tertuduh, dengan berbagai usaha pengacara menyembunyikannya dari pandangan, saya ingat bagaimana Khairat Syatir dahulu ketika di sidang dengan kepala tegak. Semua itu memberikan keyakinan pada saya bahwa pertolongan Allah itu pasti datang, tidak mungkin tidak."  

 

Kapan anda anda akan mengatakan kepada DR. Muhamad Mursi, 'Cukup sudah kerja anda sampai di sini?"

Saya tidak akan mengatakan kepada doktor, 'Cukuplah kerja anda sampai disini.' Karena Islam mengajarkan kepada kami untuk selalu beramal hingga akhir kesempatan. Karena kami beramal karena Allah. Saya tidak dapat melihat DR. Mursi tidak beramal. Apabila itu terjadi, justeru saya merasa ada yang aneh padanya.  

 

Sebagai penutup, apa yang ingin anda katakana kepada suami anda?

 

Semoga Allah menolongmu memikul tanggungjawab ini dan memberimu keteguhan  dan keridhaan serta menjadikan kami sebagai penolongmu di jalan tersebut.  

 

 

(ikhwanonline.net)

http://www.islamedia.web.id/2012/05/isteri-dr-mursi-pencapresan-dr-mursi.html


Website: www.paljariatiyusral.net | Twitter: @InspiratorJiwa | Facebook: UdaPal | HP: 0813 7468 2536 | Pin BB: 2861EAB4 | Email: ipal2015@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar